36 Orang Tewas dalam Ledakan Bom Bunuh Diri di Bandara Istanbul

Sebelum terjadi ledakan 3 ledakan bom bunuh diri, pelaku melepaskan tembakan ke arah petugas bandara.

JAKARTA, Indonesia — Jumlah korban tewas akibat ledakan bom bunuh diri dan serangan tembakan di Bandara Ataturk, Turki pada Selasa malam, 28 Juni (Rabu pagi, 29 Juni WIB) telah bertambah menjadi 36 orang. Sementara, menurut Menteri Kehakiman, Bekir Bozdag sebanyak 147 orang dilaporkan terluka.

Hingga saat ini belum ada pihak manapun yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. Namun Perdana Menteri Turki mengatakan kemungkinan keterlibatan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Ini menjadi salah satu dari empat serangan paling mematikan yang mengguncang kota terbesar di Turki. Dua serangan sebelumnya diklaim oleh ISIS sementara yang lainnya diklaim oleh kelompok militan Kurdistan.

Menurut laporan otoritas setempat, para pelaku beraksi dengan melepaskan tembakan ke petugas keamanan bandara di pintu masuk gedung terminal. Tak lama kemudian terdengar suara teriakan sebelum mereka meledakan dirinya sendiri sekitar pukul 22:00 waktu setempat. Gubernur Istanbul, Vasip Sahin mengatakan total terdapat tiga pelaku yang meledakan diri sendiri.

Dilaporkan terdapat warga negara asing yang menjadi korban jiwa, namun pihak berwenang belum memberikan informasi lebih detail.

Berdasarkan potongan rekaman kamera keamanan yang beredar luas di media sosial menunjukkan adanya dua ledakan besar. Dalam satu rekaman terlihat api menyambar di sebuah pintu masuk gedung terminal. Sehingga, membuat penumpang ketakutan.

Video lainnya menunjukkan seorang pria dengan menggunakan pakaian hitam berlari masuk ke dalam gedung terminal sebelum akhirnya bisa dilumpuhkan oleh polisi. Kemudian, dia pun juga meledakan dirinya sendiri.

Saksi mata menuturkan kekacauan yang terjadi di dalam gedung terminal usai bom bunuh diri meledak.

“(Ledakan) sangat keras. Semua orang panik dan mulai berlari ke semua arah,” ujar seorang saksi mata kepada CNN Turki.

Polisi kemudian menutup tempat itu dengan garis polisi. Sementara, puluhan mobil ambulans langsung berdatangan ke gedung terminal.

Belum ada WNI jadi korban

Sementara, laporan dari Kementerian Luar Negeri, sejauh ini belum ada WNI yang ikut menjadi korban tewas atau terluka dalam aksi ledakan bom bunuh diri.

“KJRI Istanbul sudah menugaskan staf untuk memantau di Bandara Attaturk, berkoordinasi dengan otoritas setempat, masyarakat Indonesia di Istanbul dan menelusuri untuk mencari kemungkinan adanya WNI yang menjadi korban,” ujar Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal dalam pesan pendek pada Rabu, 29 Juni.

Pemerintah, kata Iqbal juga mengingatkan kepada seluruh WNI yang ada di Turki agar menjaga keamanan pribadi. Caranya, dengan selalu waspada dan menghindari tempat-tempat keramaian yang kerap menjadi sasaran aksi teror serta mengikuti himbauan dari otoritas setempat.

“Indonesia juga mengecam keras serangan teror tersebut dan menyampaikan simpati serta duka cita mendalam kepada korban dan rakyat Turki,” kata juru bicara Kemlu, Arrmanatha Nasir.

Berdasarkan data yang dimiliki Kemlu, saat ini terdapat 728 WNI di Turki. Sebanyak 310 orang di antaranya mahasiswa dan sisanya bekerja di sana.

Presiden Erdogan melakukan pertemuan

Presiden Turki Erdogan bertemu dengan perdana menteri dan panglima militer tertinggi pasca kejadian ini.

“Kami meminta dunia, khususnya negara-negara barat, untuk benar-benar melawan terorisme,” kata Erdogan dalam pernyataan resminya.

“Meskipun kami harus membayar mahal, Turki memiliki kekuatan, kemauan, dan kapasitas untuk terus melanjutkan perang melawan terorisme hingga akhir.”

Diduga dilakukan ISIS

Hingga saat ini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas peristiwa yang terjadi pada Selasa malam, 28 Juni. Namun, otoritas di Turki menduga serangan mematikan itu dilakukan oleh ISIS.

“Metode yang digunakan dalam serangan ini mirip sekali dengan cara mereka,” ujar seorang ahli keamanan, Abdullah Agar, yang mengatakan kepada CNN. Agar membandingkan dengan peristiwa ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Brussel beberapa waktu lalu.

Pasca serangan itu, otoritas di Turki menghentikan sementara waktu semua penerbangan yang akan mendarat dan lepas landas di Bandara Ataturk.

Sebelumnya, Turki sudah diguncang lima serangan yang dilakukan oleh pengikut kelompok ISIS. Salah satu di antaranya terjadi pada bulan Oktober 2015 di ibukota Ankara. Peristiwa teror itu menyebabkan lebih dari 100 orang tewas.

Turki sudah lama dituduh oleh negara mitra mereka dari barat kerap menutup mata terhadap bahaya yang ditimbulkan ISIS. Tetapi, dalam beberapa bulan belakangan, mereka mulai melakukan peningkatan keamanan dengan menggelar razia di beberapa tempat. Tujuannya untuk membasmi sel ISIS di Turki. —Rappler.com

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *