19 Kecelakaan Alutsista Sepanjang 2004 – 2021 yang Masih Menyisahkan Duka

AcehNews. Net – Peristiwa tenggelamnya kapal selam Nanggala 402 menghebohkan banyak pihak bahkan mengundang negara lain membantu. Namun, ternyata ada beberapa kecelakaan lain yang cukup fatal yang terjadi di Indonesia yang juga merenggut nyawa para prajurit bangsa dan masyarakat sipil.

Berikut daftar peristiwa kecelakaan Alutsista dari 2004 hingga 2021 yang coba AcehNews.net rangkum kembali dari berbagai sumber berita, yuk kita disimak:

1. Helikopter Super Puma NAS-332
Sebuah helikopter jenis Super Puma NAS-332 dengan nomor lambung 3201 milik TNI AU terjatuh di desa Suren Gede, Wonosobo, Jawa Tengah, pada 23 Desember 2004. Helikopter buatan IPTN terbaru terjatuh dan menewaskan 13 prajurit TNI.

2. Helikopter TNI AL
Helikoptet milik TNI Angkatan laut itu mengalami kecelakaan pada 22 Desember 2004. Semua penumpang dan awak dikabarkan tewas. Helikopter berisikan lima Awak dengan pilot Kapten AL Nofi, kopilot Letnan Satu Putu, satu orang mekanik Sersan Satu Pidiono, dan dua penumpang warga sipil yakni Noviko Goya dan Mayu.

3. Pesawat Cassa TNI AU A212-200
Pesawat milik TNI Angkatan Udara ini jatuh di Gunung Salak, Jawa Barat pada 26 Juni 2008. Sebanyak 18 penumpang dinyatakan tewas dalam kecelakaan ini. Bangkai pesawat berhasil ditemukan oleh Tim SAR selang satu hari dengan kondisi hancur.

4. Helikopter Jenis Bell Buatan Amerika
Helikopter milik TNI Angkatan Udara jatuh di sebuah tambak di Dukuh Pilangsari, Desa Pengaradan, Kecamatan Tanjung, Brebes pada 5 November 2008 sekitar pukul 12.30 WIB.

Pesawat latih jenis Bell buatan Amerika itu ditumpangi dua awak, yaitu Letkol Cahyudi, sebagai instruktur, dan seorang siswa, Ikmal. Pesawat itu sedang dalam perjalanan dari Semarang menuju Cirebon. Dua awak pesawat itu tidak mengalami luka parah.

5. Helikopter Bell 4747-B
Helikopter latih milik TNI Angkatan Udara jenis Soloy H-4712 jatuh di areal perkebunan tebu Cibeureum Barat, Kampung Cinangka, Desa Wanasari, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada 11 Maret 2008.

Helikopter terbang dari Lanud Suryadarma sekira pukul 10.30 WIB dan jatuh ketika latihan rutin atau profisiensi bagi penerbang. Dalam peristiwa itu, co-pilot Lettu Pnb Hengky Jaya tewas, sedangkan Prada penerbang Rindi W yang merupakan mekanik Lanud Suryadarma mengalami luka bakar.

6. Pesawat Fokker 27
Pesawat milik TNI Angkatan Udara ini jatuh di Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, pada 6 April 2009 pukul 13.05. Sebanyak 24 prajurit tewas dan 18 dintaranya merupakan anggota Pasukan Khas TNI-AU yang sedang menempuh kualifikasi terjun paralayang lanjutan.

7. Pesawat TNI Hercules C 130
Pesawat ini jatuh di Desa Geplak, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pasa 20 Mei 2009 pukul 06.00 WIB.
Pesawat membawa 112 awak dan penumpang manifes dari petugas bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan tujuan Biak, Papua. Pesawat Hecules TNI-AU jatuh di area persawahan setelah menabrak rumah warga di Desa Geplak, Magetan, Madiun, Jawa Timur dan 97 korban tewas, terdiri dari 41 anggota militer, 11 anggota militer (kru pesawat), dan sisanya adalah anggota keluarga.

8. Heli Puma Milik TNI AU
Helikopter ini jatuh di kawasan Lanud Atang Sendjaja, Bogor, pada 12 Juni 2009 pukul 14.15 WIB.

Heli jatuh saat uji terbang. setelah menjalani proses perawatan di Lanud ATS. Empat orang tewas, termasuk pilot dan kopilot. Adapun Heli jenis Puma SA 330 buatan Perancis tahun 1978, dipiloti Mayor Pnb Sobiq Fanani dan kopilot Lettu Pnb Wisnu, dan membawa lima teknisi

9. Heli TNI AD jenis Bolkow BO105
Helikopter bernomor HS7112 yang jatuh di Kampung Cibuni, Rawa Beber, Pagelaran, Cianjur, pada 8 Juni 2009.

Helikopter yang membawa lima orang anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, dua penumpang tewas yaitu Kolonel Ricky Samuel dan Kapten Agung. Sementara tiga korban selamat dan menderita luka-luka yaitu Lettu Hadi (pilot), Lettu Sasongko (co pilot), dan Letda Agus.

10. JAT TNI AU
The Jupiters Aerobatic Team (JAT) TNI AU mengalami kecelakaan di Langkawi, Malaysia. Pesawat jatuh pada saat sesi latihan sebelum pergelaran Langkawi International Maritime & Aerospace Exibition (LIMA) 2015 di Malaysia pada Ahad, pada 15 MAret 2015.

Kecelakaan terjadi pada pukul 14.05 waktu setempat itu, dua pesawat jenis KT-1B Wong Bee mengalami senggolan ketika beratraksi, kemudian jatuh dan terbakar, di areal pegunungan dan di permukiman. Empat personel pesawat itu, dua pilot dan kopilot selamat setelah menekan tombol kursi lontar sebelum pesawat jatuh ke tanah.

11. Pesawat Hercules C-130
Pesawat Hercules C-130 jatuh di Kota Medan. Peristiwa ini belum hilang lagi dalam ingatan meski tragedinya terjadi pada 30 Juni 2015.

Pesawat Hercules C-130 jatuh menimpa beberapa ruko dan kendaraan di Kota Medan, Sumatera Utara. Pesawat tersebut hendak menuju Kepulauan Natuna untuk pengiriman logistik. Saat baru lepas landas dari Lapangan Udara Suwondo Medan, pesawat langsung jatuh seketika dengan posisi terbalik. Insiden tersebut membuat 110 penumpang dan 12 awak pesawat meninggal dunia.

Di antara penumpang yang menjadi korban, ada lima jasad tidak ditemukan oleh tim evakuasi. Selain itu, jatuhnya pesawat Hercules C-130 juga mengakibatkan sembilan warga sipil yang berada di darat jadi korban. Penyebab jatuhnya pesawat diduga karena matinya mesin di bagian kanan pesawat. Saat kondisi mesin mati, pesawat Hercules C-130 langsung menabrak antena di atas bangunan sekolah yang berada dekat dengan titik jatuhnya pesawat.

12. Pesawat TNI AU Fokker 27
Pesawat TNI AU Fokker 27 jatuh di sekitar Kompleks Perumahan Rajawali, Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Pesawat dengan nomor registrasi 2708 jatuh pada 21 Juni 2012 pukul 14.45 WIB.

Kecelakaan tersebut menelan korban 10 orang, yang terdiri dari tujuh awak dan penumpang Fokker 27, serta tiga warga sipil yang tinggal di Kompleks Rajawali.

Pesawat Fokker 27 milik TNI Angkatan Udara (AU) jatuh di Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat Tahun 2009.

13. Pesawat Super Tucano TNI
Pesawat Super Tucano TNI menghantam rumah warga di Malang. Peristiwa memilukan itu terjadi lada 10 Februari 2016. Belum satu tahun tragedi jatuhnya Hercules C-130 di Kota Medan, Sumatera Utara.

Pesawat latih milik TNI Angkatan Udara, Super Tucano jatuh dan menimpa pemukiman warga Kota Malang, saat sedang uji terbang. Pesawat yang didatangkan dari Brazil pada 2012 itu sedang melakukan latihan aerobatic setelah menempuh 700 jam terbang sejak tiba di Malang.

Saat itu, pesawat sempat beputar-putar dengan mesinnya yang meraung di angkasa, 40 menit kemudian pesawat tersebut tiba-tiba menukik dan terjatuh di pemukiman warga.

Akibat insiden tersebut, dua pilot yang bernama Mayor Penerbang Ivy Safatillah dan Juru Mudi Udara Sersan Mayor Syaiful Arief Rakhman, tewas seketika di dua lokasi berbeda. Selain itu, kecelakaan itu juga memakan dua korban sipil yang rumahnya terkena hantaman pesawat tersebut.

14. Helikopter Bell 412 EP
Helikopter Bell 412 EP jatuh di Poso pada 20 Maret 2016, Heli Bell 412 EP Nomor HA-5171 jatuh di Kasiguncu , Kecamatan Poso Pesisir. Helikopter jatuh saat terbang dari Desa Watutu untuk membantu operasi Polri menangkap kelompok teroris Santoso di Poso Pesisir Selatan.

Sedikitnya 13 orang dalam peristiwa itu, terdiri dari tujuh penumpang dan enam kru pesawat. Penyebab insiden tersebut disebabkan oleh cuaca yang buruk dan sambaran petir yang mengenai badan pesawat, sehingga pesawat yang sedang terbang tidak stabil dan jatuh menghatam tanah.

15. Helikopter M1-17
Helikopter M1-17 milik TNI ini jatuh di Oksibil, Jayapura, Papua, sejak 28 Juni 2019 lalu akhirnya ditemukan, sekitar hampir 7 bulan yaitu pada 1 Januari 2020.

Heli itu ditemukan dalam kondisi hancur, di salah satu tebing di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, pukul 09.00 WIT.

Sebelumnya, Helikopter MI 17 milik TNI AD hilang kontak sejak Jum’at 28 Juni 2019 lalu sekitar pukul 11.49 WIT dalam penerbangan Oksibil, Pegunungan Bintang-Sentani, Jayapura.

Helikopter MI 17 dengan nomor registrasi HA-5138 itu membawa 12 penumpang beserta kru sebelumnya terbang ke Okbibab untuk melakukan pengiriman logistik kepada prajurit yang bertugas di pos perbatasan RI-PNG. Semua penumpang dinyatakan meninggal dunia.

16.Pesawat BAE Hawk 209
Jet tempur milik TNI AU, berjenis BAE Hawk dengan nomor registrasi TT-0209 ini jatuh di Provinsi Riau. Pesawat ini jatuh di pemukiman penduduk di Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, pada Senin, 15 Juni 2020 pagi, sekitar pukul 08.13 WIB.

Pesawat diterbangkan oleh pilot Lettu Pnb Apriyanto Ismail dari Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin (Rsn) Pekanbaru. Lettu Pnb Apriyanto Ismail berhasil menyelamatkan diri dengan melontarkan dirinya menggunakan ejection seat. Ia sempat dibawa ke RSAU dr Soekirman Lanud Rsn Pekanbaru untuk pemeriksaan kesehatannya.

17. Helikopter TNI AD Tipe Mi17
Helikopter milik TNI Angkatan Darat (AD) dengan tipe Mi17 jatuh di kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa tengah.

Kecelakaan tersebut terjadi pada 6 Juni 2020, sekitar pukul 02.00 WIB. Setelah terjatuh, helikopter tersebut juga diketahui langsung terbakar dan meledak.

Akibat kecelakaan tersebut, 6 orang penumpang mengalami luka berat dan tiga di antaranya meninggal dunia.

18. KRI Teluk Jakarta 514
Kapal perang milik TNI Angkatan Laut, KRI Teluk Jakarta 541, tenggelam di perairan Masalembo, dekat Pulau Kangean, Jawa Timur, pada 14 Juli 2020 atau sekitar pukul 09.00 WIB. Kapal disebut tenggelam di kedalaman 90 meter.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Seluruh ABK berjumlah 55 orang dikabarkan dalam keadaan selamat.

19. Kapal Selam KRI Nanggala-402
Kapal selam buatan Jerman tahun 1978 ini, KRI Nanggala-402, tenggelam pada 22 April 2021 di perairan utara Pulau
Bali, dikedalaman sekitar 838 meter dan terbelah tiga. Seluruh awak kapal berjumlah 53 orang tersebut dinyatakan tewas dan hingga kini, 30 April 2021, belum lagi dievakuasi jenazahnya. (Nita J/dari berbagai Sumber)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *