Nelayan Lampulo Minta Jalur Masuk TPI Lama Dikeruk  

BANDA ACEH – Boat nelayan di kawasan Lampulo sering kandas untuk itu mereka (nelayan) meminta kepada Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian (DKPP) setempat, agar jalur masuk Tempat Pelelangan Ikan (TPI) lama di Lampulo dapat dikeruk kembali.

“Jika muara TPI lama tidak dikeruk kembali maka akan semakin dangkal, kita takutkan banyak kapal nelayan yang akan kandas di muara tersebut saat pulang melaut,”kata Muliadi, Pemilik Kapal KM Sahara, Selasa (16/9) di Banda Aceh.

Muliadi mengatakan, banyak kapal nelayan yang akan kandas jika tidak segera dikeruk, apalagi sebelumnya sebuah kapal nelayan yang berukuran 30 GT kandas di muara Lampulo, sejak Sabtu (13/9) sore, saat pulang melaut. Padahal dalam lima hari terakhir ini, kata Muliadi  hujan disertai angin sedang melanda Kota Banda Aceh.

“Saat kapal yang kandas itu hendak masuk ke muara, kondisi cuaca sedang hujan disertai angin, sehingga kapal diseret arus ke daerah yang sedikit dangkal, menyebabkan kapal itu kandas. Apalagi saat itu air juga sedang pasang, jadi sulit mengendalikan. Kerudian ditaksir akibat kejadian itu sekira Rp500 juta. Karena sekira 5 ton ikan, laptop, satelit, dan peralatan kapal lainnya hanyut dibawa air,”cerita Muliadi yang melihat langsung kejadian itu.

Sementara itu, Staf Hukum Lembaga Adat Lhok Krueng Aceh, Irwan Yahya kepada Acehnews.net manjelaskan, banyaknya kejadian kapal di kawasan Lampulo yang kandas akibat mulai dangkalnya muara TPI lama.

Untuk itu, pihaknya berharap dinas terkait bisa memperhatikan hal ini,  dengan memperpanjang tanggul selatan, guna menahan arus masuk ke muara.

“Apalagi sejak dipasang tanggul sebelah utara untuk menutup muara Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo, banyak pasir yang dibawa ombak nyangkut di muara TPI lama,” ujar Staf Hukum Lembaga Adat Lhok Krueng Aceh.

Irwan Yahya mengatakan, untuk mengatasi persoalan itu, untuk itu atas nama nelayan di kawasan Lampulo, dia berharap Dinas Perikanan Kota Banda Aceh betul-betul memahami laut, serta kebutuhan nelayan, dan jangan diam saja dengan persoalan itu.

Pantauan Acehnews.net di muara TPI Lampulo lama, Selasa (16/9) siang, awak nelayan kapal motor (KM) Sahara tersebut, terus berusaha menarik kapal yang masih kandas serta menguras air di dalamnya. Bahkan barang, seperti tong ikan dinaikkan ke darat. (Agus)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com