Sop Durian Jakarta, Bisnis Kuliner Untuk Berbuka

AcehNews.net|BIREUEN – Jeli melihat peluang dan pandai membaca pasar, akan membawa bisnis bergerak maju dan omset terus meningkat. Hal inilah yang dilakukan Maysarah yang kini menekunin bisnis kuliner Sop Durian Jakarta di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

Terinspirasi dari resep dapur, Maysarah, menyalurkan hobi masaknya dengan menjalankan bisnis kuliner. Melihat peluang dan pasar yang cukup menjanjikan saat Ramadhan, perempuan berusia 30 tahun ini  pun mengembangkan bisnis kuliner yang mengandalkan buah durian sebagai bahan baku utama yang ia pakai di daerahnya.

Durian pun dipesan langsung dari Ucok (penjual durian) di Kota Medan.  Ibu dua anak yang akrab disapa Sarah ini mengaku naluri bisnisnya tidak padam kendati ia disibukkan dengan berbagai aktifitas pekerjaan kantor. Menyiasati waktu saat sebelum berangkat kerja, Sarah terbiasa menghabiskan waktu di dapur untuk menyiapkan aneka bahan sendiri.

Sop Durian Jakarta, demikian Sarah menabalkan nama usahanya itu. Lokasinya di Jalan Andalas, tepat di depan Gang Cincin. Ukuran tempat usahanya tidak terlalu luas yaitu 3×3 meter, sebuah rak kaca, meja, dan  serta kursi, ditata rapi dan sederhana.

Selain menjaga rasa, Sarah juga menjaga kebersihan. Sehingga membuat lapak dagangnya itu cepat dikenal dan kebanjiran pembeli pada sore hari menjelang buka puasa.

“Sop buah kuah durian  saya tidak memakai pemanis buatan. Saya sangat menjaga itu, karena tidak baik dikonsumsi dan tidak baik bagi kesehatan,” kata Sarah.

Sop Durian Jakarta bikinan Sarah dijual Rp10 ribu per porsi. Jika bulan biasa, kata Sarah, lebih banyak pembeli yang berminat pada sop durian ketan hitam.

Kuliner berbahan baku durian banyak disukai masyarakat. Buah durian yang harum sangat enak dijadikan berbagai olahan kuliner, dengan cara mengambil daging durian dan memisahkannya dari biji  baru kemudian mencampurkannya dengan beberapa bahan campuran lain, dan disajikan dengan berbagai aneka topping lezat.

Omset yang diraupnya pun tergolong lumayan saat ini, berkisar Rp400  hingga Rp500 ribu per harinya. Sarah menambahkan, selama puasa ia membuka lapak dagangnya sejak pukul 16.00 sampai dengan 18.40 WIB atau menjelang waktu berbuka tiba.

Tidak jauh berbeda dengan hari-hari biasa di bulan biasa, Sarah membuka lapaknya pukul 13.00 sampai dengan 18.30 WIB, menjelang magrib. Pendapatannya juga tetap sama di bulan Ramadhan yang hanya buka tiga jam untuk berjualan. (dedek)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *