Petani di Bener Meriah Tewas Diinjak Gajah  

BANDA ACEH – Seorang petani tewas setelah diinjak oleh sekawanan gajah di kawasan hutan Desa Musara Pakat, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, dua hari lalu, Selasa (25/11) .

Kejadian naas itu terjadi, saat petani yang bernama Hasan Basri warga Alur Gading  menggiring gajah kembali ke hutan bersama enam orang relawan Tim Penyelamat Satwa. Sebelumnya menurut cerita para saksi, kawanan gajah masuk dan merusak perkebunan masyarakat di kawasan tersebut.

Kapolsek Pintu Rime Gayo, Ipda Hanafiah yang dikonfirmasi AcehNews.net, membenarkan bahwa seorang petani yang bernama Hasan Basri warga Alur Gading, tewas terinjak gajah saat mengirim kawanan gajah ke hutan.

Kapolsek menyebutkan, Hasan bersama enam orang relawan menggiring gajah kembali ke dalam hutan, namun, saat itu hujan lebat, tiba-tiba ada gajah yang berbalik dan menyerang, sehingga mereka lari untuk menyelamatkan diri dari amukan gajah tersebut.

“Namun, naasnya korban ketinggalan paling belakang, sehingga menjadi amukan kawanan gajah dan korban meninggal dunia di tempat setelah di injak gajah,” jelas Kapolsek saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (27/11).

Masih menurut keterangan yang diberikan Kapolsek Pintu Ritme Gayo, camat beserta polisi kemudian datang ke lokasi mengevakuasi korban. Kondisi jasad Hasan saat ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Hasan mengalami tangan patah, hidung mengeluarkan darah, dan mengalami luka lecet di kening.

“Almarhum sempat di visum di Puskesmas Singgah Mulo, sebelum dipulangkan ke rumah duka,” jelasnya lagi.

Sebelumnya, Pada 6 Agustus 2014 lalu seorang warga Blangrakal, Bener Meriah bernama Firmansyah juga tewas diserang gajah. Karenakan habitatnya terganggu kawanan gajah telah berulang kali memasuki perkebunan dan pemukiman warga di kawasan kecamatan Pintu Rime Gayo.

Sementara itu, Staf Komunikasi WWF Aceh, Chik Rini, mengatakan selama dua tahun terakhir ditemukan sebanyak 28 gajah Sumatera mati di kawasan Aceh. Jika tidak segera diatasi, Chik Rini mengawatirkan akan muncul gajah soliter, kelompok gajah yang lebih besar yang ditakutkan akan mengganggu dan menyebabkan terjadi konflik satwa yang lebih parah lagi.

Sepanjang 2014, sebut Chik Rini sudah 14 gajah Sumatera ditemukan tewas di antaranya Januari terdapat dua gajah mati, April juga ditemukan dua gajah mati di Aceh Barat dan kehilangan gading. Sementara di Krueng Sabe, Aceh Jaya satu gajah ditemukan mati. Selain di wilayah Barat Aceh, gajah mati juga ditemukan di Aceh Timur dan di Lauser, Aceh Tenggara. (agus)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *