Selama Puasa Ramadhan,  
Penjual Dilarang Menjual Makanan dan Minuman

AcehNews.net|BANDA ACEH – Selama puasa Ramadhan, yang jatuh pada Senin, 06 Juni 2016 akan datang, pemilik warung dan kedai makanan/minuman dilarang menjual makanan/minuman untuk masyarakat umum dari pukul 05.00 s/d 16.00 WIB. Pedagang juga dilarang membuka warungnya ataupun restoran dari mulai Shalat Isya hingga selesai Shalat tarawih.

Hal ini dikatakan, Walikota Banda Aceh, Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal SE, saat mengadakan rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kamis kemarin (02/06/2016), dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1437 H dan melaksanakan syariat Islam secara kaffah sesuai dengan Undang Undang No. 44 Tahun 1999, Undang Undang No.  11 Tahun 2006, dan Qanun No. 11 Tahun 2002, mengeluarkan seruan bersama.

Turut hadir delapan unsur pimpinan daerah, Walikota Banda Aceh Ketua DPRK, Arief Fadhillah SI Kom, Dandim 0101/BS Kolonel Inf Riswanto, Kapolresta Banda Aceh, Kombes  T Saladin SH , Ketua MPU, Drs Tgk H A Karim Syeikh MA, Ketua Mahkamah Syar’iyah, Drs Misran SH MH, Ketua Pengadilan Negeri Banda Aceh, H Sulthoni SH MH, dan Kepala Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Husni Thamrin.

Selain melarang dibukannya warung dan restoran saat puasa Ramadhan, pengusaha billyard, play station, dan hiburan lainnya dilarang membuka usahanya selama bulan suci Ramadhan. Untuk pengusaha Hotel dan Kafetaria dilarang menyediakan makanan dan minuman di siang hari, dilarang menggelar karaoke, disko, dan sejenisnya selama bulan suci Ramadhan.Sementara pengusaha salon hanya dibolehkan membuka usahanya sejak pukul 09.00 s/d 16 WIB dengan tetap menjaga ketentuan sebagaimana tercantum dalam Surat Izin Usaha Salon.

“Bagi masyarakat non muslim kami minta untuk menghormati pelaksanaan ibadah puasa dalam rangka pembinaan toleransi dan kerukunan hidup antar umat beragama demi terwujudnya kesatuan dan persatuan bangsa,” kata Illiza.

Lanjutnya, sedangkan Warga Negara Asing (WNA) yang sedang berada di wilayah Kota Banda Aceh dihimbau untuk mengikuti ketentuan-ketentuan yang berlaku selama bulan suci Ramadhan.

Sementara itu, dala seruan ini juga dihimbau kepada kaum muslimin agar dalam bulan Ramadhan dapat memakmurkan masjid, meunasah, dan tempat ibadah dengan melaksanakan shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, I’tikaf, dan ibadah lainnya.

“Kaum muslimin juga diminta memperbanyak kegiatan dakwah dengan selalu memelihara ukhuwah Islamiyah, kerukunan, keamanan, dan persatuan bangsa,” tegas Illiza sambil memperlihatkan lembaran seruan bersama yang memuat 10 poin larangan yang wajib diikuti.

Untuk mengetahui lebih jelas, selembaran seruan bersama ini juga di temple di tempat-tempat umum di gampong (desa) di dalam wilayah Banda Aceh. (zoel m)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *