Pasar Murah Bulog di Merauke Diserbu Warga

MERAUKE | AcehNews.net – Mendengar informasi Kantor Badan Usaha Logistik (Bulog Cabang Merauke menggelar Operasi Pasar (OP) stabilisasi harga gula pasir Rp12.500 per kilogram (Kg), warga Merauke langsung menyerbu stand yang disiapkan di beberapa titik salah satunya Pasar Wamanggu yang buka setiap hari, mulai pukul 07.00 WIT.

Pimpinan cabang Kantor Bulog Merauke, Djabiruddin saat ditemui AcehNews.net, Jum’at (2,/5/2020), di ruang kerjanya menuturkan, operasi pasar dilakukan untuk menekan harga gula yang sempat melonjak Rp18.000-20.000/Kg di Merauke.

“Kedatangan stok gula tahap pertama 100 ton, kita diintruksikan untuk operasi pasar tujuannya menstabilkan harga dipasaran. Mudah-mudahan bisa merubah harga Rp18.000 jadi kembali normal, masyarakat mendapatkan harga yang murah,” kata pria berdarah Makassar kelahiran 27 Agustus 1968 ini kepada AcehNews.net.

Dia menjelaskan, stand OP juga dibuka di Polres Merauke, kantor Bulog Merauke,dan akan dibuka di gudang Candra Jaya serta Tanah Miring yang sudah di droping gula sebanyak 2,5 ton untuk dikemas terlebih dahulu.

“Harapan kami, masyarakat tidak mengantri dan melakukan protocol pencegahan sebaran covid-19. Dimana masyarakat bisa membeli gula sesuai kemampuannya, bulog sudah membuat paket kemasan variasi dari dua, tiga, dan hingga empat kilogram,” ujarnya.

Sambung Djabiruddin, Bulog menargetkan harga gula pasir benar-benar stabil karena OP akan dibuka terus. Stok 100 ton gula itu dimungkinkan habis dalam dua bulan kedepan. Bahkan, stok gula tahap kedua akan datang ke Merauke sebanyak 50 ton pada 6 Juni 2020 mendatang. Selanjutnya, 300 ton akan didatangkan lagi untuk memenuhi kebutuhan gula hingga Natal 2020 dan Tahun Baru.

“Pasar murah ini bukan hanya Kabupaten Merauke, namun kabupaten pemekaran seperti Boven Dogoel, Asmat, dan Mappi juga menjadi wilayah kerja Kantor Bulog Cabang Merauke. Khusus pengiriman gula pasir ke kabupaten tetangga Merauke itu masih wacana, mencari subsidi sehingga harga gula pasir yang dijual tetap berkisar Rp12.500 per Kilogram,” ujarnya lagi.

Menurut Pimca Bulog Merauke, jika pemerintah Kabupaten Boven Digoel, Mappi, dan Asmat mau menanggung biaya angkut tentu penjualan harga gula pasir di wilayah tersebut terwujud Rp12.500/Kg.

“Tiap hari kita jual di pasar. Kalau perlu kita kasih kios-kios di sini membantu masyarakat supaya menekan inflasi,” demikian pungkasnya.

Ditempat terpisah, seorang warga Merauke, Sumarni yang ikut membeli gula pasir di stand OP Bulog Merauke mengaku senang bisa mendapatkan gula dengan harga normal setelah beberapa pekan ini kesulitan mencari gula yang murah.

“Kami berterima kasih, Bulog Merauke telah membantu memudahkan kami untuk mendapatkan gula dengan harga murah,” ucapnya.

Pantauan AcehNews.net di lapangan, H+5 pasca Idul Fitri 1441 H, suasana Pasar Wamanggu ramai dikunjungi pembeli.

Sejumlah pedagang sembako saat ditanyai kehadiran stand OP Bulog justru mengapresiasi karena pasar jadi tambah rame dan masyarakat terbantu.

Tak hanya gula, harga sembako dan bumbu dapur pun mulai stabil. Seperti bawang merah yang melonjak Rp100 ribu/Kg sekarang sudah Rp70 ribu/Kg, bawang merah Rp60 ribu/Kg, bawang putih Rp40 ribu hingga Rp45 ribu/Kg, tomat Rp10 ribu hingga Rp20 ribu/Kg, cabe merah besar Rp40 ribu/Kg, cabe rawit sebelumnya Rp100 ribu menjadi Rp50 ribu/Kg, daging sapi Rp110 ribu/Kg, dan daging rusa Rp60 ribu hingga Rp65 ribu/Kg.

Selain itu, Pedagang Pasar Wamanggu, Pace Daeng Sultan membeberkan, setiap hari kunjungan pembeli di pasar Wamanggu cukup banyak sehingga barang yang terjual cukup menambah penghasilan sehari-hari. Apalagi harga stabil seperti ikan layang/kombong seharga 25.000, ayam 35.000/ekor.

“Hari lebaran sangat ramai pembeli. Kalau sekarang sudah seperti hari biasa tetapi memang tidak sebanyak seperti sebelum pandemi virus Corona,” demikian ungkapnya. (Hidayatillah)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *