Jaminan Surat Tanah,
Terlilit Hutang dengan Bank, Ibu Rumah Tangga di Merauke Membakar Diri

MERAUKE | AcehNews.net – Seorang istri berinisial NH (34) di Kampung Muram Sari, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, sengaja melakukan percobaan bunuh diri dengan membakar diri di kediamannya, Selasa (15/10/2019) sekitar pukul 10.30 WIT.
Kejadiaan naas itu pun mengenai sang suami, Taprihan (50) yang menyebabkan luka bakar di kedua kaki dan tangan kirinya.

NH dinyatakan meninggal, Jum’at (18/10/2019) sekitar pukul 00.15 WIT dini hari setelah mendapat perawatan di ICU RSUD Merauke selama tiga hari. Kemudian disemayamkan di pekuburan kampung pukul 10.00 WIT. Taprihan mengakui karena terlilit utang,
istrinya membakar diri.

Sertifikat tanah yang menjadi jaminan di salah satu bank terancam hangus untuk melunasi hutangnya. Terlebih panenan beras tidak cukup untuk membayar karena harga yang murah. Sementara masih ada tanggungan hutang lainnya yang harus diselesaikan.

“Ibu (istri, red) ingin jual tanah harga Rp90 juta tetapi bank sudah mendapat pembelinya seharga Rp82 juta,” tutur Taprihan.

Tak disangka sehari setelah didatangi penagih hutang bank, NH pergi ke pasar menggiling daging rencananya akan berjualan pentol (cilok) hari ini, Sabtu (19/10/2019).

Setibanya di rumah menaruh barang, suaminya merebus air namun dikarenakan minyak tanah habis. NH pamit pergi membeli minyak, ternyata kembali membawa bensin dan berteriak.

“Bapak Saya mau bunuh diri,” kata NH berdiri di dapur sambil tangan kirinya mengangkat jirigen bensin dan menyiramnya ke badan.

Taprihan yang sedang mengupas kelapa di belakang rumah langsung berlari mendatangi, ternyata NH langsung menyalakan korek api yang menyambar badannya.

Dampak uap dari tanah, petani Muram Sari ini bermaksud menampar jirigen bensin dan api namun ikut terkena.

“Ibu keluar ke belakang kolam, Saya lari kedepan cari pertolongan. Ini menjadi pelajaran buat yang lainnya, jangan putus asa. Kalau punya hutang harus dibayar,” pesan Taprihan.
L
Kabar tersebut terdengar oleh Komunitas Masyarakat Tanpa Riba di Merauke, timnya pun bergegas menyambangi keluarga duka dan MTR Care memberikan santunan berupa dana sebesar Rp 10 juta lebih.

“MTR hadir untuk memberi penguatan iman dan fundamental secara bisnis karena latar belakang kita ada ahli bisnis, ustadz, ahli hakim,” tutur sekretaris MTR Koordinator daerah Merauke kepada AceNews.net, Jum’at kemarin.

Baru lima bulan terbentuk di Merauke, MTR memiliki tujuan menyelesaikan persoalan umat. Bukan lembaga keuangan.
“Komunitas edukasi karena hutang wajib dibayar dan hutang dibawa mati,” demikian tandasnya. (Hidayatillah)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com