Stanley: Nilai-Nilai Luhur Profesi Jurnalis Perlu Ditanamkan Kembali

BOGOR | AcehNews.net – Nilai-nilai luhur di dalam profesi jurnalis harus dikembalikan kepada wartawan yang memiliki kompetensi dan mengikatkan diri pada nilai-nilai dan etik profesi, Kode Etik Jurnalistik.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo beberapa waktu lalu, saat menghadiri pembukaan Sosialisasi Peningkatan Pemahaman Hak Konstitusional Warga Negara bagi Medi Cetak, Televisi, Radio, dan Online se-Indonesia, Senin malam (26/02/2018) lalu, di Pusdik Pancasila Makamah Konstitusi Republik Indonesia, di Cisarua, Bogor.

Stanley juga menuturkan pertumbuhan media yang marak, mengakibatkan terjadinya perekrutan wartawan dalam jumlah besar dari berbagai latar belakang pendidikan akademis.

Tapi perekrutan ini, kata Stanley lagi, tak diikuti dengan tersedianya sumber daya wartawan yang siap pakai. Kebanyakan dari para wartawan baru, kata Stanley, tak pernah mengikuti pendidikan jurnalistik.

“Banyak jurnalis saat ini lebih memilih bekerja dengan jalan pintas yaitu tak turun ke lapangan, tapi cukup menggunakan bahan-bahan dari publikasi media lain. Cara lain adalah dengan menggunakan sumber media sosial atau pun cara kloning,” ungkap Stanley.

Hal lain yang paling rawan dicatat Dewan Pers, ujar Stanley, tumbuhnya semacam simbiosis mutualistis, dimana ada banyak wartawan menggunakan sumber media sosial untuk mendapatkan ide dan mengembangkan berita.  Sedangkan media sosial menindaklanjuti berita-berita media yang sebelumnya bersumber dari info di media sosial untuk disebarluaskan.

“Dengan sendirinya muncul efek viral yang luas dan menimbulkan pro-kontra sebuah masalah yang sebetulnya bersumber dari berita hoax yang tak jelas ujung-pangkalnya,” ujarnya lagi.

Ketua Dewan Pers dua periode menegaskan, hal ini tentu saja tidak bisa biarkan terus terjadi, karena yang paling dirugikan adalah hak publik atas informasi yang benar. “Otoritas kebenaran faktual harus dikembalikan kepada media arus utama yang terverifikasi pada Dewan Pers,” demikian pungkasnya.

Pers nasional merupakan wahana komunikasi massa, penyebar infomasi dan pembentuk opini yang harus melaksanakan asas, fungsi, hak, kewajiban, dan serta peranannya dengan sebaik-baiknya, berdasarkan kemerdekaan pers yang professional dalam menjalankan profesi. (Saniah LS)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com