Sepanjang 2019, Pencurian Sepeda Motor dan Narkoba Kasus Tertinggi di Banda Aceh

BANDA ACEH | AcehNews.net – Sejak bulan Januari hingga Desember 2019 ini, kasus yang menonjol di wilayah Ibukota Provinsi Aceh, Banda Aceh, kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) serta penyalahgunaan narkoba.

Hal ini dikatakan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto saat konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh didampingi Wakapolresta, AKBP Satya Yudha Prakasa, Kabag Ops, Kompol Juli dan para pejabat umum lainnya, Senin (23/12/2019) lalu.

Kapolresta mengatakan, pada bidang kriminal, Polresta Banda Aceh menangani 324 kasus dalam tahun ini. Sementara pada 2018, pihaknya menangani 411 kasus kriminal, sehingga adanya penurunan sebanyak 87 kasus.

“Ada 324 kasus kriminal selama 2019, yang menonjol selama ini Curanmor sebanyak 170 kasus, pencurian pemberatan (Curat) 119 kasus, pencurian kekerasan 25 kasus, penganiayaan berat lima kasus, pembunuhan tiga kasus, pemerkosaan satu kasus, dan uang palsu satu kasus,” sebutnya.

Sementara di bidang penyalahgunaan narkoba, Polresta Banda Aceh mengakui adanya peningkatan jumlah meski tak signifikan. Tahun 2018 lalu, pihaknya menangani 218 kasus, sementara tahun 2019 jumlah kasus yang ditangani sebanyak 258 kasus yang artinya meningkat sebanyak 40 kasus.

“Ada 379 orang tersangka yang terdiri dari 372 pria dan 7 orang wanita, untuk barang bukti yang diamankan ada 3.203,6 gram ganja kering serta 1.142.403,21 gram sabu,” papar Kapolresta.

Selain itu, untuk lalu lintas, jumlah kecelakaan yang terjadi di kota Banda Aceh menurun tahun ini jika dibandingkan dengan tahun lalu. Pada 2018, 311 kasus kecelakaan terjadi di Banda Aceh dan tahun ini hanya 299 kasus kecelakaan yang terjadi.

“Artinya, jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Banda Aceh menurun dua persen atau berkurang 12 kasus. Jika tahun kemarin satu orang korban meninggal dunia, tahun ini tidak ada, begitu juga dengan korban luka berat dan ringan yang menurun,” jelas mantan Kapolres Aceh Tenggara ini lagi.

Untuk pelanggaran lalu lintas, tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Dimana, jumlah pelanggar lalu lintas di Banda Aceh tahun ini sebanyak 4.513 pelanggar, sementara 2018 sebanyak 3.074 pelanggar.

Para pelanggar lalu lintas ini terjaring razia petugas dalam sejumlah operasi yang dilakukan seperti Ops Keselamatan, Ops Patuh, Ops Ketupat, dan Ops Zebra Rencong. 

“Selain operasi, Polantas juga memberikan imbauan kepada masyarakat seperti mengunjungi sekolah, memasang spanduk imbauan dan lainnya serta mengedepankan teguran saat penindakan pelanggaran lalu lintas.

Trisno berharap agar masyarakat beserta stakeholder terkait dapat bekerjasama dengan pihaknya, sekaligus mengawasi kinerja personelnya untuk membangun citra Polri yang semakin baik hingga dapat bekerja secara profesional, moderen dan terpercaya. (Hafiz)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com