Keluarga Berprilaku Aneh,
Pihak RS Larang Wartawan Masuk

BANDA ACEH – Sejumlah wartawan dari berbagai media cetak, elektronik, dan online dilarang pihak Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh masuk ke dalam ruangan dan mengambil foto keluarga berprilaku aneh yang sejak beberapa hari lalu dirawat di ruang Isolasi rumah sakit tersebut, Selasa (12/5/2015).

“Ini merupakan kode etik rumah sakit dan mohon untuk dihargai,” kata salah seorang petugas rumah sakit kepada awak media yang akhirnya hanya diperbolehkan melihat dari luar ruangan Isolasi rumah sakit milik Pemerintah Aceh tersebut. Alasan lain yang dikemukakan yaitu karena Nasiran takut ketika melihat orang ramai.

Nasiran (14) remaja laki-laki bersama ibunya Aisyah (40) awalnya diberitakan yang berprilaku aneh dan hanya bisa berkomunikasi dengan isyarat dan menanggapi pembicaraan dengan “haaa…haaa”, ditemukan pencari batu giok di pedalaman hutan Blangpidie, Aceh Barat Daya berpelukan ternyata warga asal Desa Ie Mierah, Kecamatan Babahrot, Aceh Barat Daya.

Nasiran dan Ibunya pernah dirawat beberapa waktu lalu di RSUZA akibat akibat menderita gizi buruk. Kini kondisi kesehatan Nasiran dikabarkan pihak medis RSUZA mulai membaik. Remaja laki-laki berprilaku aneh ini juga terlihat sudah patuh dan mau dipakaikan pakaian oleh perawat.

“Hari ini ia sudah terlihat membaik, tidak seperti biasanya ketika kami pakaikan baju ia mengamuk,” tutur salah seorang perawat yang memekaikan pakaian Nasiran saat keluar dari ruangan kepada pewarta yang berada di ruang ruangan yang memperhatikan tingkah laku Nasiran dari luar ruangan.

Wakil Direktur RSUZA bidang Penunjang Medis, dr Nurnikmah, saat menerima kunjungan Kepala Dinas Sosial Aceh yang ingin melihat Nasiran bersama Ibunya di dalam ruangan mengatakan kepada awak media, pihak rumah sakit bukannya tidak membolehkan para wartawan yang ingin meliput atau mengambil foto ke dalam ruangan tetapi  semua itu kata dia,  ada tata tertib dan izin dari manajemen rumah sakit.

“Tidak semua pasien ada yang ingin diliput, walaupun ada juga pasien yang mau. Akan tetapi itu semua ada aturannya,” jelas Wadir Penunjang Medis RSUZA Banda Aceh.

Dia berharap,  para awak media harus bisa memahami dan mematuhi peraturan yang ada. Sementara itu Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, kunjungi Nasiran (14) dan Aisyah (40) yang dirawat di Rumah Sakit Zainoel Abidin mengatakank kepada AcehNews.net, Selasa siang (12/5/2015), pihaknya mengunjungi keluarga ini atas perintah Gubernur Aceh yang prihatin dengan kondisi keluarga ini.

Alhudri datang didampingin oleh anggota komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Bardan Sahidi memberikan bantuan kepada keluarga malang ini berupa pakaian, kain sarung, pampes, jilbab, Baju daster, dan perlengkapan mandi. Ia juga memberikan titipan Gubernur Aceh Zaini Abdullah berupa uang, yang dititipkan melalui Wakil Direktur RSUZA bidang Penunjang Medis, dr Nurnikmah.

“Kita harus peduli kepada mereka, karena ini adalah tugas pokok kita. Mereka ini nantinya tetap akan kami tangani, Dinsos siap menanggung segala biaya Nasiran hingga sembuh. Namun yang paling penting saat ini adalah gizinya, agar bisa lebih membaik,” demikian tutur Alhudri. (zuhri)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *