Penemuan Mayat di Krueng Surin-Banda Aceh Terungkap, Pelaku Pembunuhan Remaja

BANDA ACEH | AcehNews.net – Penemuan mayat lelaki berusia remaja di Krueng (sungai) Gampong Surin, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh Senin Senin lalu (12/8/2019) oleh warga setempat akhirnya terungkap. Korban dihabisi teman sepermainannya sendiri.

Polisi yang terus melakukan penyelidikan akhirnya menemukan titik terang. Diketahui, ternyata Aris menjadi korban pembunuhan. Hal ini dikatakan Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito yang dikonfirmasi AcehNews.net, Kamis (15/8/2019).

“Para pelaku yang tergolong remaja dan masih berstatus pelajar ini pun akhirnya ditangkap setelah dilakukan serangkaian penyelidikan.Penangkapan dilakukan tim gabungan Subdit 3 Dit Reskrimum Polda Aceh bersama Sat Reskrim dan Sat Intelkam Polresta Banda Aceh serta Polsek Ulee Lheue,” ujarnya melalui telepon seluler.

Ia menjelaskan, penangkapan para pelaku berawal dari pemeriksaan sejumlah saksi yang ada di sekitar lokasi kejadian. Saat itu, diketahui seorang remaja diduga sebagai pelaku. Polisi pun langsung melacak keberadaannya hingga akhirnya juga mengungkap pelaku lain yang terlibat.

“Tersangka awal yang ditangkap yakni SS alias Bulek (17), warga Lhoknga, Aceh Besar. Kemudian dari situ tertangkap yang lainnya yakni AH (17) dan RS (15), warga Peukan Bada. Lalu KH alias Vijay (17), warga Meuraxa, MI (16), MF (16) dan MH (15), warga Lhoknga, semuanya masih berstatus pelajar di beberapa sekolah,” ungkapnya.

Dari penangkapan ini, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa sandal jepit, sebuah handphone, sebuah obeng yang digunakan untuk menusuk korban serta sejumlah pakaian korban yang masih melekat di tubuh saat korban ditemukan mengapung di sungai.

“Para pelaku mengeroyok korban, salah seorang pelaku menusuk korban menggunakan obeng. Ini terjadi karena ada perselisihan perseorangan antara korban dan salah satu pelaku,” kata Direktur.

Namun, hingga kini belum diketahui secara rinci permasalahan apa yang terjadi sehingga para pelaku mengeroyok korban hingga meninggal dunia. “Tersangka saat ini masih diamankan untuk diproses lebih lanjut, kasus ini masih didalami,” ujarnya.

Pelaku Pembunuham Remaja
Sementara, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto didampingi Kasat Reskrim, AKP M Taufiq bersama Kasubbag Humas, Ipda M Nur langsung menggelar konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Rabu (14/8/2019) sore terkait terungkapnya kasus kematian Aris.

Kapolresta mengatakan, peristiwa ini berawal dari perselisihan yang terjadi antara teman korban bernama Bobi dengan teman lainnya yang kini ditetapkan sebagai tersangka yakni MI alias Iqbal pada Ahad (11/8/2019) lalu. 

“Korban dan Bobi datang ke lokasi kejadian pertama yakni di kawasan Taman Krueng Neng, disitu kemudian korban dan Bobi dianiaya pelaku bersama sejumlah rekannya yang lain. Mereka dikeroyok, dipukul, ditendang bahkan ada ditusuk pakai obeng,” ujarnya.

Setelah pengeroyokan itu, Bobi dan Aris pun sempat kabur dari amukan para pelaku dengan menggunakan motor dan sempat dikejar oleh sebagian pelaku lainnya yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut.

Saat itu, Aris yang dalam keadaan lemah terjatuh dari motor dan langsung bersembunyi di balik bendungan aliran sungai, sementara Bobi langsung melarikan diri dengan motornya.

“Tersangka lain yakni RF alias Wak dan MF mengejar korban ke arah saluran air, sementara tersangka KH alias Vijay dan SS mengejar Bobi. RF dan MF menemukan korban setelah menyusuri sungai. Lalu kepala dan bahu korban diinjak hingga masuk ke dalam air selama sekitar 10 menit. Korban meninggal setelah tenggelam di dalam sungai dan tak muncul lagi ke permukaan air,” ungkapnya.

Kini, seluruh tersangka yang terlibat masih diamankan di Mapolresta Banda Aceh untuk diproses lebih lanjut. Polisi pun mengamankan sejumlah barang bukti seperti obeng dan sejumlah motor yang digunakan pelaku, termasuk beberapa helai pakaian korban.

“Ada tujuh tersangka yang kita tetapkan dalam kasus ini dan semuanya masih dibawah umur serta masih berstatus sebagai pelajar. Satu diantaranya ada yang sudah 18 tahun dan tidak lagi bersekolah,” kata Trisno.

Untuk diketahui, para tersangka yang ditangkap yakni AA (17), RF (15), warga Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar serta SS alias Bulek (17), MI alias Iqbal (16), MF (16) serta MH (15), warga Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar.

“Semua masih berstatus pelajar, hanya satu orang yang sudah tergolong dewasa yakni KH alias Vijay (18), warga Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Para tersangka dijerat Pasal 80 ayat 1,2,3 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 170 KUHPidana,” demikian pungkasnya.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com