Ombudsman Minta RSUZA Memperbaiki Pelayanan Kesehatan

BANDA ACEH | AcehNews.net – Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Taqwaddin Husna meminta manajemen Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) di Banda Aceh, agar memperbaiki pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang berobat ke rumah sakit tersebut.

Menurut Taqwaddin, perbaikan pelayanan perlu dilakukan karena akan berefek langsung bagi meningkatnya standar kesehatan masyarakat yang berobat dan juga kenyamanan pasien serta keluarga.

“Kunjungan Selasa lalu (13/01/2018) yang tim kami, bertemu dengan pihak manajemen rumah sakit,  sebagai upaya  tindak lanjutbdari laporan masyarakat, terkait pelayanan para medis di  RSUZA yang dikeluhkan masyarakat, tentang komunikasi saat memberikan pelayanan kepada pasien,” jelas Taqwaddin kepada AcehNews.net, Rabu (14/03/2018) di Banda Aceh.

Rumah sakit plat merah ini, kata Taqwaddin,  merupakan salah satu lembaga layanan yang sering dilaporkan ke Ombudsman. Untuk itu, pihaknya secara rutin melakukan pemantauan apakah laporan masyarakat atau pengguna jasa merupakan hal yang substansial dan benar-benar terjadi.

Dalam kegiatan ini, pihaknya melihat dan memantau sistem pelayanan di RSUZA mulai dari loket pendaftaran, poli rawat jalan, dan pelayan farmasi.

“Kami menemukan adanya penumpukan pasien yang ingin berobat di beberapa poli rawat jalan seperti poli Ortopedi dan Poli Syaraf. Selain itu, ada juga antrian yang sangat panjang saat akan mengambil obat, jadi ini harus menjadi perhatian serius dari rumah sakit,” paparnya.

Dalam kunjungan ke RSUZA, rombongan Ombudsman Aceh diterima langsung Kepala RSUZA, Fachrul Jamal dan sejumlah pejabat terkait. Sementara itu, Taqwaddin didampingi para asisten Ombudsman dan dokter Herlambang, Suraiya Kamaruzzaman, dan Norma Manalu yang merupakan peneliti untuk riset Base line ORI Aceh dan Maluku, serta sejumlah Rakan Ombudsman RI Perwakilan Aceh.

Sementara itu, pada pertemuan di ruang rapat,  Direktur RSUZA, Fachrul Jamal mengatakan, pihaknya berusaha memberikan yang terbaik bagi pasien dan keluarga. Namun, belum tentu semua orang bisa nyaman dan puas dengan apa yang diberikan.  Ketidakpuasan ini, menurutnya, lebih kepada miskomunikasi dengan penerima layanan baik dengan pasien dan keluarga termasuk dengan media.

“Kami siap untuk memperbaikinya, termasuk pola komunikasi dengan wartawan sehingga mereka bisa mendapatkan informasi yang benar dan berimbang,” demikian katanya, didampingi Wakil Direktur Pelayanan Medis RSUZA Banda Aceh, Azharuddin. (hafiz)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com