Merasa Tidak ”Dimanusiakan”, Pegawai Dishub Banda Aceh Isunya Mundur Massal  

BANDA ACEH – Sebanyak 17 pegawai Dal Ops Dinas Perhubungan, Komunikasi dan informatika (Dishubkominfo) Kota Banda Aceh, Selasa (3/2/2015) mengundurkan diri secara massal, mereka menjumpai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh.

Anggota Komisi C DPRK Banda Aceh, Irwansyah yang menemui 17 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Pemko Banda Aceh mengatakan, bahwa pengunduran massal yang dilakukan pegawai Dal Ops Dishubkominfo itu, disebabkan karena sikap atasan yang arogan, dan mereka diperlakukan tidak manusiawi.

”Saya dengar mereka hanya ingin dihargai layaknya manusia, jangan diperlakukan tidak manusiawi, karena sikap atasan yang memaki dan memarahi didepan umum merupakan sikap yang tidak tepat,”ungkap Irwansyah kepada wartawan, Rabu (4/2/2015) kemarin di Banda Aceh.

Untuk itu, kami meminta Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, agar serius dalam menanggani persoalan tersebut. Jika persoalan ini tidak ditanggapi serius oleh Pemko Banda Aceh, Irwansyah mengatakan, maka ini akan menimbulkan kerugian bagi masyarakat, karena ketidaknyamanan pegawai dalam bekerja dab memberi pelayanan.

Lanjutnya, pengunduran diri merupakan puncak dari akumulasi ketidaknyamanan pegawai Dihubkominfo Kota Banda Aceh. ”Pengunduran diri ini diluar nalar kita, artinya masalah mereka sudah terlalu berat, jadi saya fikir jangan sampai ini berkepanjangan,” ucapnya.

Irwansyah mengaku, pihak komisi C DPRK Banda Aceh juga akan segera menjadwalkan pemanggilan terhadap Kepala Dishubkominfo Kota Banda Aceh, Muzakir Tulot untuk dimintai penjelasannya tentang isu mundur massal sebagian pegawainya itu.

”Pegawai saya 200 orang. Hanya 17 orang yang ke sana merasa tidak puas, jadi jangan dibilang pengunduran diri massal. Satu lagi, semua tuduhan itu tidak benar,” kata Muzakir Tulot yagn dikonfirmasi AcehNews.net, Kamis (5/2/2015) di Banda Aceh, menanggapi isu kisruh dan pengunduran diri anak buahnya itu.

“Kalau saya lihat sepertinya ada yang mengerakan mereka (17 pegawainya ke DPRK). Saya sendiri tidak tahu persoalannya apa. Harusnya kalau tidak suka dengan system kerja yang sudah diatur dari atas sana, harusnya kan bisa duduk membicarakannya kepada saya. Bukan langsung ke DPRK,” katanya lagi.

 

Muzakir Tulot mengatakan, apa yang dikatakan anggota dewan, Irwansyah menurutnya terlalu gegabah menyimpulkan tanpa mengkonfirmasikan terlebih dulu kepadanya sebagai atasan 17 pegawai Dal Ops di Dishubkominfo Kota Banda Aceh.

 

“Mungkin anak-anak saya itu terlalu capek karena harus kerja siang malam, sementara sarana dan prasarana penunjang masih kurang dan belum memadai. Tadi pagi Jam 09.00 WIB kami sudah duduk membicarakan, mereka minta maaf kepada saya karena sudah salah mencari salusi atas permasalahan itu. Harusnya mereka menemui saya dulu, karena semua kan bisa dicari jalan keluar,”kata Muzakir Tulot.

 

Muzakir Tulot mengatakan, dia akan segera menemui Walikota Banda Aceh guna menyampaikan permalahan ini dan mencari solusi yang baik atas permasalahan tersebut. Sebagai atasan Muzakir Tulot mengaku salah karena tidak cepat tanggap dengan kondisi tersebut. “Mereka tidak saya kenakan sanksi karena kemarin tidak masuk kerja. Saya anggap ini semua kesalahan saya sebagai atasan,” tungkasnya.

 

Kepala Dishubkomifo Kota Banda Aceh ini menduka ada orang-orang yang mengerakan 17 anak buahnya itu sehingga mengadu ke DPRK Banda Aceh. Dia mengklaim selama ini pegawainya baik yang sudah PNS dan masih honorer selalu kompak. Dan hari ini sudah meminta maaf karena telah salah menyalurkan aspirasi mereka. Sebut dia di Bidang Dal Ops ada sekitar 30 pegawai (termasuk komandan). Dari jumlah itu 10 orang masih tenaga honorer. (agus/saniah ls)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *