Korban Konflik Pidie Tuntut Pembangunan Rumah

BANDA ACEH|AcehNews.Net –  Ratusan masyarakat Pidie korban konflik mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), beberapa waktu lalu, 18 Mei 2015. Masyarakat meminta Pemerintah Aceh membangun n rumah bagi korban konflik yang belum mendapatkan bantuan dari Badan Rekonsiliasi Aceh (BRA).

Aksi yang ini mendapat pengawalan ketat dari pihak keamanan. Koordinator aksi, Muktar Agus Abubakar mengatakan, mereka yang merupakan korban konflik sejak 1993 itu, sengaja mendatangi gedung legislatif ini untuk mendapatkan keadilan.

“Masyarakat ke dewan untuk menuntut rumah bantuan sebanyak 156 unit, yang pernah dijanjikan pada masa BRA tahun 2011. Tapi hingga kini belum diwujudkan Pemerintah Aceh,” kata Muktar Agus kepada wartawan.

Pada 2011 sudah ada perjanjian akan dibagun rumah bagi 156 kepala keluarga (KK) untuk dua gampong di Kecamatan Mane, Pidie. Pemerintah Aceh juga sudah menanggapi bantuan yang dijanjikan itu dan sudah ditandatangani Sekda Aceh.

“Kami akan menjumpai Gubernur Aceh, Zaini Abdullah serta Ketua DPRA, membahas masalah ini,” katanya.

Massa yang kebanyakan dari kaum perempuan ini selain menuntut dibangunnya rumah bagi korban konflik di Pidie, juga menuntut agar segera direalisasikan qanun Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh. (agus)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *