Guru di Merauke Tetap Perhatikan Protokol Kesehatan Covid-19

MERAUKE | AcehNews.net – Dalam catatan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Merauke hanya ada seorang guru yang terpapar Covid-19 namun sudah dinyatakan sembuh dan beraktivitas kembali mengajar.

Data itu diperoleh dari Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah Merauke (RSUD) Merauke yang menjadi pusat pelayanan pasien virus corona.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua I PGRI Merauke, Soleman Jambormias kepada AcehNews.net di kantor bupati Merauke, Rabu (25/11/2020).

Satu kasus covid-19 yang dialami guru Merauke diharapkan tidak ada klaster baru di dunia pendidikan.

“Guru tidak boleh mengalah dengan Corona. Kami berharap guru tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kalau memang bisa rapid test ya lakukan, kalau merasa tubuh lain-lain silahkan ikut swab,” tutur pria berdarah Tanimbar ini.

Soleman mengakui, pembelajaran secara online di Papua dalam masa pandemi Covid-19 ini hanya terlaksana sekitar tujuh persen sedangkan lainnya masih kesulitan mengakses internet.

Banyak kendala karena belum ada jaringan internet yang memadai di kampung-kampung. Selain itu, banyak siswa yang tidak memiliki handphone android sehingga bantuan pulsa gratis dari pemerintah pusat belum termanfaatkan.

“Kenyataannya seperti itu maka sesuai keputusan bersama empat Menteri, Mendikbud, Mendagri, MenPAN-RB, dan Menteri agama bahwa 2021, seluruh sekolah di Indonesia sudah melaksanakan belajar seperti biasa, tatap muka,” tandasnya seraya menambahkan, guru tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan atau memakai handsanitizer dalam proses kegiatan belajar mengajar. (Hidayatillah)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *