Guna Meningkatkan Pangan 2015, Lahan Kering di Aceh Akan Dioptimalkan 

BANDA ACEH – Aceh merupakan salah satu provinsi dari lima provinsi di Indonesia yang dibebankan peningkatan produksi pangan di 2015, maka untuk meningkatkan produksi pangan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh akan mengoptimalkan lahan kering.

Hal itu diungkapkan Kepala BPTP Aceh, Basri A. Bakar disela-sela pertemuan dan perjanjian kerjasama penelitian dengan New South Wales Department Primary Industry (NSW-DPI) di aula BPTP Aceh, beberapa hari lalu dan pertemuan dangan wartawan di Banda Aceh, Jumat kemarin (6/2/2015).

Kegiatan yang akan dilaksanakan  dalam proyek “Improving Soil and Water and Crop Productivity of Dryland Agriculture Systems of Aceh and NSW” merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yang fokus pada areal yang terkena dampak tsunami.

Basri menyatakan, bahwa lahan kering yang ada di aceh saat ini merupakan potensi besar yang perlu dioptimalkan pemanfaatannya. Dengan begitu akan mampu mengatasi kejenuhan peningkatan produksi di lahan sawah irigasi.

“Kegiatan kerjasama ini difokus pada peningkatan produksi pangan pada lahan kering, sangat sesuai dan relevan dengan upaya pemerintah dalam peningkatan produksi pangan baik di Provinsi Aceh maupun secara nasional,” jelas Basri.

Kata Basri, sebagai unit Pelaksana Teknis Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, BPTP didukung oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan).

Selain itu, BPTP Aceh juga  melibatkan Universitas Syiah Kuala sebagai mitra kerja dalam implementasi kegiatan di lapangan, dan kegiatan penelitian jangka panjang 2014-2017 ini  didanai oleh Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) Australia.

Sementara itu, Manager program ACIAR untuk Asia Pasifik, Robert Edis, menyatakan, Pemerintah Australia melalui ACIAR berkomintmen untuk terus menjalin kerjasama dengan Pemerintah Indonesia, termasuk di wilayah paling barat di Provinsi Aceh.

Ia berharap proyek yang akan dilaksanakan di empat kabupaten di Aceh yakni Kabupaten Aceh Besar, Aceh Barat, Pidie, dan Bireuen ini dapat meningkatkan kapasitas sumberdaya penelitian yang bermanfaat untuk kedua negara. (agus)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *