Longsor Rubuhkan 9 Rumah di Paya Beke

TAKENGON  – Mendengar laporan dari Reje (Kepala Kampung) Paya Beke, bahwa ada rumah warga yang terimbas banjir dan tanah longsor, Senin (20/4/2015) pagi, awalnya Camat Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah, M Saleh menduga tidak berdampak parah, karena pihaknya belum dapat melihat langsung ke lokasi akibat terputusnya jembatan Rutih-Angkup, minggu malam (19/4/2015).

Namun, setelah melihat langsung kondisi di lokasi bersama Danramil dan Kapolsek ternyata situasi berbeda.”Kami terkejut, ada sembilan rumah yang ambruk total tertimbun tanah, dan 3 rumah yang rusak sedang,” ujarnya ketika ditemui disela berdialog dengan warga Paya Beke, Senin (20/4/2015) siang.

Menurut Saleh, pihaknya harus menempuh jalan sepanjang satu kilometer dengan berjalan kaki karena di sepanjang jalan juga ada lonsoran tanah menutupi badan jalan, padahal biasanya kendaraan roda 4 juga bisa lewat.

Sejumlah 12 Kepala Keluarga tersebut merupakan bagian dari 34 kepala keluarga seluruhnya yang berada disekitar longsoran tanah, dan setelah diberi pemahaman oleh Camat bersama Danramil dan Kapolsek, seluruh warga tersebut sepakat untuk meninggalkan rumah masing-masing sementara waktu sambil menunggu situasi normal kembali.

“Melihat situasi dan pergerakan tanah, belum lagi curah hujan yang masih relatif tinggi, kami mengambil kesimpulan seluruh warga kita ungsikan sementara waktu,” ujar Saleh.

Seperti diwartakan sebelumnya, bersama Ketua DPRK, Muchsin Hasan dan 2 anggota DPRK lainnya (Amiruddin dan Sahrul), Wakil Bupati Aceh Tengah, Drs. H. Khairul Asmara telah bertemu langsung dengan 34 kepala keluarga serta menyerahkan bantuan logistik darurat secara simbolis.

Disamping itu, Wabup juga memastikan aparat kampung serta tenaga medis agar bertugas ekstra untuk melayani warga yang mengungsi sementara waktu sehingga semuanya dalam kondisi baik.(emka)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *