AKBP Untung Sangaji Ciptakan Batako dari Limbah Kerang

BANDA ACEH | AcehNews.net – Bekerja  sebagai polisi dengan mengedepankan  sikap tegas dan disiplin, tidak membuat mantan Kapolres Aceh Utara yang dikenal dengan sapaan AKBP Untung Sangaji, berhenti berkreatifitas dan berinovasi. Wakil Direktur Polisi Air Sumatera Utara ini mampu menciptakan batako dari limbah kerang.

Belum lama ini, pria berdarah Ambon yang memiliki nama asli  Ahmad Untung Surianata  menggagalkan penyelundupan bawang merah dan pakaian monza asal Malaysia dengan tujuan Aceh pada 8 Mei yang lalu.  Kini Untung Sangaji kembali membuat kreatifitas untuk menjadi solusi bangun rumah hemat dan menarik bagi masyarakat.

Bahan pokok kreatifitas yang digunakan tidak jauh dari nuansa laut, persis tempatnya mengabdi saat ini yaitu Polair Sumatera Utara. AKBP Untung menggunakan limbah kerang untuk dijadikan batako yang indah dengan nuansa alami, sentuhan alami inilah yang membuat tembok rumah tidak perlu lagi melalui proses plaster dan tentu saja lebih menghemat biaya pembangunan.

 Untung memberikan bocoran secara eksklusif kepada AcehNews.net, pertengahan Mei lalu, via phone, tahapan proses pembuatan batako yang ternyata begitu sederhana dan mudah.

“Bahannya hanya kerang, semen dan cetakan yang beta bikin sendiri. Cetakannya Cuma kayu yang dipasang kunci, ukurannya bisa dibuat seperti batu bata pada umumnya,” jelas Untung.

Kerang yang telah dipecahkan langsung dicuci bersih dan dikeringkan, setelah kering kerang tersebut diaduk dengan semen dan diberi sedikit air. Kemudian bahan dimasukkan ke dalam cetakan, jika sudah padat batu dijemur di bawah sinar matahari dengan batas waktu maksimal 2 hari.

“Tekstur saat diaduk tidak boleh terlalu kering ataupun basah, bahannya harus pas. Takaran semen dan kerangnya juga sama satu banding satu,” ujarnya.

Sambungnya, setelah batako mengering secara keseluruhan maka bisa langsung memasuki proses pengecatan sesuai selera individu. Batako pun langsung siap menambah nilai seni tembok rumah tanpa harus mengeluarkan biaya mahal.

Jenis kerang yang bisa digunakan juga bervariasi, sebut AKBP Untung,  seperti limbah kerang laut yang bisa dijumpai sepanjang bibir pantai atau kerang Batu (kerang Dara) yang biasa terbuang di Caffe yang menyediakan menu kerang rebus.

Untung meyakini kreatifitas ini sangat menguntungkan, selain limbah kerang yang mudah dijumpai bahan yang digunakan untuk membuat batako juga tergolong ekonomis. Apabila ditekuni tentu menjadi lahan usaha yang menjanjikan, mengingat belum banyak orang yang mengetahui dan mempraktekkan keahlian ini.

Saat ditanya AcehNewslnetbmengenai ide, Untung menjelaskan ide mengolah limbah kerang pertama kali muncul ketika bertugas dan melihat banyak kapal yang karam akibat limbah kerang yang sudah bertumpuk dibibir pantai, nelayan dan penduduk juga bingung bagaimana mengolah sampah yang sudah puluhan tahun menghiasi pinggiran pantai itu.

“Kurang lebih tiga mil tepi pantai di sini dipenuhi dengan limbah karang, kasihan kapal-kapal nelayan yang sering karam bahkan kapal patrol kita juga terkadang karam karena penyebab yang sama,” keluh Untung kepada AcehNews.net.

Untung berharap terobosan baru yang diciptakannya ini bisa menjadi solusi bagi para nelayan dan masyarakat untuk mendaur ulang limbah, selain itu inovasi ini juga bisa menjadi lahan pekerjaan yang baru.

“Kalau di Aceh Utara beta bikin dari krikil, karena di sini banyak limbah kerang jadi beta bikin batako dari kerang semoga bisa jadi panutan untuk nelayan dan masyarakat,”  demikian pungkasnya via phone beberapa waktu lalu. (saniah ls)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com