Minimnya Pengelolaan Ikan,
Aceh Masih Banyak Ekspor Ikan Hidup

BANDA ACEH | AcehNews.net- Kepala Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Aceh, Diky Agung Setiawan menyampaikan data lalu lintas komoditi hasil perikanan domestik selama 2019 yang mencapai 14 ribu ton lebih. 

Kabid BKIPM Aceh, Diky Agung Setiawan. | Ist

Diketahui, untuk data ekspor hasil perikanan Aceh selama 2019 untuk komoditi non hidup baru sekitar 292 ton lebih saja, sementara komoditi perikanan hidup sebanyak 92.484 ekor yang terdiri dari kepiting, lobster, kerapu konsumsi, dan benih kerapu.

“Bila dibandingkan dengan ekspor hidup pada 2018 terjadi peningkatan hampir 300 persen, dimana tahun 2018 hanya sekitar 36.185 ekor saja,” sebut Diky.

Dirinya menyampaikan, produk perikanan tersebut dikirim ke berbagai daerah di seluruh Pulau Sumatera bahkan sampai Jakarta dan Jawa Tengah. 

“Produk perikanan yang dikirim antara lain tuna, tongkol, cakalang, sarden, layang, gurita, udang, lobster dan ikan-ikan karang lainnya,” ujar Diky Senin (23/12/2019) lalu. 

Ia menjelaskan, produk perikanan tersebut di daerah tujuan dimanfaatkan sebagai konsumsi lokal dan sebagai bahan baku industri pengolahan ikan yang akan diekspor ke berbagai negara di dunia. 

“Keterbatasan Unit Pengolahan Ikan (UPI) di Aceh, menjadikan hasil perikanan Aceh harus dikirim keluar provinsi Aceh. Padahal, apabila 30 persen (4500 ton) dari hasil perikanan yang dikirim keluar daerah Aceh bisa diolah di unit pengolahan ikan dan langsung di ekspor dari Aceh, maka akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian Aceh,” ungkapnya.

Selama tahun 2017 hingga pertengahan tahun 2019, lanjutnya, hanya ada empat unit pengolahan ikan yang aktif di Aceh yakni antara lain UD Nagatatuna, PT. Holimina Jaya Bahari, PT. ALJB dan CV Tuah Bahari. 

Melalui kerja keras BKIPM Aceh dalam mengajak para pelaku usaha perikanan di Aceh, kini telah bertambah lagi unit pengolahan ikan di Aceh sebanyak 5 UPI antara lain Yakin Pacifik dan Tata Niaga Lestari di Banda Aceh, Doa Sibuah Hati di Idi, Aceh Timur, King Of Milk Fish di Aceh Tamiang dan UPI PT. Marina Laut Aceh yang dikelola oleh lembaga adat laut Kreung Aceh. 

“Dengan semakin bertambahnya UPI di Aceh, maka ekspor hasil perikanan Aceh kedepan akan semakin banyak yang pada gilirannya akan meningkatkan perekonomian masyarakat Aceh,” tambah Diky. (Hafiz)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com