Kekurangan Makanan dan Masker
12 Mahasiswa Asal Aceh Terisolasi di Wuhan-China

BANDA ACEH | AcehNews.net – Mewabahnya virus corona di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, di awal tahun 2020, menyebabkan sebanyak 12 mahasiswa asal Aceh yang sedang belajar di sana ikut terisolasi.

Menurut informasi yang diterima AcehNews.net,ada sebanyak 23 mahasiswa asal Aceh yang tercatat sedang kuliah di Kota Wuhan. Dari 23 tersebut, tersisa 10 orang yang tidak ambil liburan semester dan perayaan Imlek. Kemudian, dua pelajar lainnya yang kuliah di China, sedang berlibur ke Wuhan, sehingga total mahasiswa Aceh di Wuhan, berjumlah 12 orang.

“Alhamdulillah, kondisi keduabelas mahasiswa yang terisolasi di Kota Wuhan, sehat wal afiat,” ungkap Mulia Mardi, Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT), yang juga kuliah di universitas Wuhan, China, saat konferensi pers Humas Dinas Sosial Aceh, tentang kondisi terkini mahasiswa Aceh di Wuhan, Ahad (26/1/2020) di aula lantai dua kantor Dinas Sosial Aceh, di Banda Aceh.

Mulia Mardi mengakui, liburan semester dan sekaligus libur perayaan Imlek, ia dan salah satu temannya, jalan-jalan ketiga provinsi lainnya di China. Dan saat kembali ke Wuhan, ia dan temannya dilarang memasuki Kota Wuhan, lalu, ia pun berinisiatif pulang ke Aceh, sedangkan temannya bersama mahasiswa Indonesia lainnya, bertolak ke Singapura.

“Saya telah lolos pemeriksaan kesehatan di Bandara, makanya bisa memberikan keterangan, terkait kondisi terkini mahasiswa Aceh di Wuhan. Sampai saat ini saya masih berkomunikasi dengan kawan-kawan di Wuhan,” ucapnya.

Dalam keterangan pers nya, Ketua PPIT ini, menjelaskan kalau 12 pelajar asal Aceh, mulai krisis makanan, minuman, dan masker khusus untuk menutup mulut dan hidung. “Hingga 24 Januari, banyak toko tutup, dan harga makanan naik kima kali lipat, baik mentah maupun yang sudah jadi,” ujarnya lagi.

Ditambahkan Mulia, alat transportasi dalam kota, sudah ditutup, sejak 24 Januari, namun mahasiswa masih bisa jalan ke kampus atau ke tempat teman. Dan hari ini, tidak ada angkutan umum yang beroperasi, juga masyarakat di Wuhan, dilarang melakukan aktifitas di luar rumah, supaya terhindar dari virus Corona atau 2019-nCoV.

Mulia meminta kepada masyarakat Aceh, supaya mendoakan mahasiswa Aceh, yang masih di Wuhan atau China, agar mereka sehat dan tidak terpapar virus Corona.

Adapun mahasiswa yang berada di Wuhan, sebut dia: Fadil (CCNU, Wuhan-asal Aceh Utara), Siti Mawaddah (Huda, Wuhan-asal Sigli), Alfi Rian (WUT, Wuhan-asal Aceh Utara), Ory Safwar (CCNU, Wuhan-asal Banda Aceh), Siti Sahara (WHUT, Wuhan-asal Aceh Tenggara), Hayatul (HUST, Wuhan-asal Lhoksumawe, Maisal (HUST, Wuhan-asal Aceh Besar), Jihadullah (WHU, Wuhan-asal Banda Aceh), Ita Kurniawati (WHU, Wuhan-asal Nagan Raya), Agus (Zhongnan, Wuhan-asal Sabang), Intan Maghfirah (JISU CC-sekarang di Wuhan- asal Banda Aceh), dan Sapriadi (JISU CC, Sekarang di Wuhan-asal Meulaboh). (Dian)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com